Sidebar ADS

PAK KOMISARIS AFR DARI SURGA YANG MENGHANCURKAN SURGA BUMI RAJA AMPAT

PAK KOMISARIS AFR DARI SURGA YANG MENGHANCURKAN SURGA BUMI RAJA AMPAT


  "NgUlamak" yang Menjual Khalayak kepada Tambang, AFR sang Komisaris PT Gag Nikel, duduk manis di kursi dewan pengawas perusahaan yang menggali nikel dari perut Raja Ampat. sebuah surga karang yang kini berubah menjadi 'kubangan logam beracun.  

Ironi yang tragis 'Pengurus Ormas keagamaan', organisasi terbesar yang mengusung jargon "Menjaga Alam adalah Ibadah", justru menjadi bagian dari mesin penghancur lingkungan. Di mana suara lantang Ormas terbesar tentang 'hifzhul bi'ah (menjaga lingkungan) ketika hutan lindung dikorbankan untuk bijih nikel? 
Ataukah ayat-ayat ekologi hanya berlaku di mimbar khutbah, bukan di ruang rapat direksi tambang?  

     Perampasan Tanah Adat, PT Gag Nikel mungkin membanggakan program CSR nya. sekolah, sumur, atau sembako untuk warga. Tapi, "apakah sedekah secarik kertas bisa menebus tanah adat yang dirampas?

  Masyarakat Maya di Raja Ampat, yang hidup harmonis dengan laut selama ribuan tahun, kini harus menerima "hadiah" limbah tambang yang mengalir ke perairan mereka. "Berkah" dari sang Komisaris ternyata bukan rahmat, melainkan racun yang perlahan membunuh ikan ikan dan terumbu karang.  

   Di mana moral agama ketika hak hidup orang kecil dikorbankan untuk keuntungan korporasi?  

Izin Tambang vs Surga yang Dijual.  
Pemerintah dengan mudahnya mencabut status hutan lindung demi tambang. "Atas nama investasi," kata mereka.  
Tapi, investasi untuk siapa? 
- Untuk nelayan yang kehilangan mata pencaharian?  
- Untuk anak cucu yang hanya akan mewarisi laut keruh dan tanah gersang?  
- Atau untuk segelintir elit termasuk sang Komisaris AFR yang meraup keuntungan dari penderitaan rakyat?  

   AFR, sang "pengurus Ormas keagamaan terbesar, seharusnya paham bahwa merusak bumi adalah dosa. Tapi entah mengapa, nikel lebih menggoda daripada pahala. 

Ketika Ilmu Digadaikan untuk Nafsu Tambang. 
Jika kita telusuri lebih dalam, ini bukan sekadar konflik lahan atau izin, ini "pembunuhan berencana terhadap ekosistem.  

- Seorang yang seharusnya menguasai fiqh muamalah justru terlibat dalam bisnis yang "menzalimi manusia dan alam.  
- 0rmas keagamaan terbesar, yang punya tradisi keilmuan kuat, kini diwakili oleh orang yang 'memilih logam di atas kehidupan.  

"Lahul fatiha,"mungkin itu yang pantas diucapkan untuk surga Raja Ampat yang sekarat.  

   Sebuah Pengkhianatan atas Nama Agama dan Kemanusiaan. 
AFR mungkin akan beralasan: "Ini legal, ini untuk kemajuan bangsa."  
Tapi, "legalitas bukanlah kebenaran.  
Dan "kemajuan yang menghancurkan lingkungan adalah kemunduran peradaban.  

   Jika Ormas keagamaan terbesar benar benar menjaga marwah agama dan bangsa, maka seharusnya ia tidak diam melihat pengurusnya menjadi komisaris perusak lingkungan.

Atau, jangan-jangan... Ormas keagamaan terbesar tsb hanya simbol, sementara nikel adalah tuhan yang sesungguhnya?

Bahlil akan Panggil Pemilik Tambang Nikel yang Diduga Rusak Raja Ampat - https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250605131143-92-1236824/bahlil-akan-panggil-pemilik-tambang-nikel-yang-diduga-rusak-raja-ampat

https://www.antaranews.com/berita/4881345/seskab-pemerintah-sudah-ambil-langkah-atas-kasus-nikel-raja-ampat

https://youtu.be/tfPEpGHQB2Q?si=hOmhY9UXIkswfrUP

(Tulisan ini adalah kritis berbasis fakta. Semoga yang berkuasa tersadar sebelum semuanya terlambat.)

- Data deforestasi Raja Ampat (Mongabay, Walhi)  
- Konflik lahan PT Gag Nikel (Kompas, Tempo)  
- Kajian fiqh lingkungan NU yang (seharusnya) bertentangan dengan praktik tambang destruktif  

#SaveRajaAmpat #StopTambangPerusakLingkungan #Ndoro_Ubaid_JanganDiam

Oleh : PERJUANGAN WALI SONGO 
web.facebook.com/qsantri.eu.org?apps.apple

إرسال تعليق

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

أحدث أقدم
Sidebar ADS
Sidebar ADS
Sidebar ADS