Sidebar ADS

KADO HARI RAYA UNTUK PARA TOKOH DAN ELIT NEGERI: TERSUGUHKAN DONGENG SESAT BAALAWI‼️

KADO HARI RAYA UNTUK PARA TOKOH DAN ELIT NEGERI: TERSUGUHKAN DONGENG SESAT BAALAWI

👉🏽 BAB I... Doktrin-doktrin kesesatan Baalawi.....

Dalam berbagai kitab sufi kaum para habaib, telah tersebar luas dan menjadi dasar bagi mereka, sebagai pegangan yang selalu di pertahankan sampai titik darah penghabisan,
Ungkapan tersebut berbunyi:

"Amal salaf kami dari Al Abi Alawi adalah hujjah. Cukuplah mereka sebagai teladan.”

Ungkapan ini dikutip dari kitab Bughyatul Mustarsyidin karya Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur (w. 1320 H), hal. 835. Meskipun ditujukan untuk memuliakan para pendahulu mereka ( leluhur ) , pemahaman yang keliru tersebut bisa melahirkan penyimpangan teologis yang serius. Maka dari itu, penting dilakukan klarifikasi ilmiah demi menjaga kemurnian prinsip swaja ( Ahlus-Sunnah Waljamah ).

Adapun kutipan lengkapnya sebagaimana berikut :

عَمَلُ سَلَفِنَا وَ سَادَتِنَا الْأَشْرَافِ آلِ أَبِي عَلْوِيٍّ حُجَّةٌ. وَ كَفَى بِهِمْ لِمَنِ اقْتَدَى بِهِمْ وَ اقْتَصَّ آثَارَهُمْ قُدْوَةً. وَ كَيْفَ لَا وَ قَدْ طَبَّقَ الْأَرْضَ ذِكْرُهُمْ وَ مُلِئَتِ الدُّنْيَا مِنْ تَرَاجِمِهِمْ وَ جَمِيلِ سِيرِهِمْ.

Artinya...
"Perbuatan para pendahulu kita dan para tuan kita, para syarif dari keluarga Abi ‘Alwi adalah hujjah. Cukuplah mereka sebagai teladan bagi orang yang mengikuti jejak dan tradisi mereka. Bagaimana tidak? Nama mereka telah memenuhi bumi, dan dunia dipenuhi dengan biografi serta kisah-kisah indah perjalanan hidup mereka." (Bughyah hal 835)

Dalam Islam, sumber hukum (hujjah syar‘i) yang disepakati para ulama hanyalah:

1. Al-Qur’an
2. Sunnah Nabi SAW yang sahih
3. Ijma’ Sehabat /atau ulama mujtahid
4. Qiyas yang sah

Tidak ada satu pun manusia selain Rasulullah SAW yang perbuatan nya dijadikan hujjah mutlak ( dasar hukum ) karena selain nabi Muhammad Saw tidaklah Maksum dari kesalahan...

Dengan asumsi di atas ( عمل سلفنا وأل باعلوي حجة ) akan membenarkan segala hal yang di lakukan para pendahulu Al-Bani Alawi yang perlu tinjawan para ulamak kebenarannya, apalagi banyak cerita tentang salaf mereka yang menyimpang dari prinsip-prinsip dalam dasar Aswaja .... 

Contoh tokoh salaf mereka....

1. Al-Habib Abu Bakar Bin Salim.

Dalam menaqib beliau di certakan dengan redaksi yg berbunyi,

قد اعطاني الحق التصرف في الكون كله حيا ومينا، وقال لي: ياعبدي ملكي ملكك تصرف فيه كيف شئت: 

Artinya...
"Aku telah di anugrahi Allah Saw ( Al-Haq ) untuk mengatur semua alam semesta baik yg hidup atau yg mati ( benda yg punya kehidupan atau yg tidak / benda mati ) dan dia ( Al-Haq ) berkata padaku kerajaan ku adalah kerajaan mu, kamu aturlah sesukamu." ( Al-Waroqot / Al- Wariqot ) hal: 303 

Ini di buktikan dengan syair-syair beliau yg berbunyi,

أنا عرشها والكرسي  وأنا للسماء بانيها 
أنا بازها والشهب   وأنا للمعاني أقربها 
وعين الحقيقة عيني  وأشرب من ساقيها 

Artinya.... 
"Akulah Arasy dan kursyi nya, dan akulah yg membangun langitnya 
Akulah rahasianya para wali dan bintang-bintang adalah anak panahku, dan hanya akulah yg dekat dengan surat-surat yg agung ( Al-Ma'ani Wal-Mastani ) 
Mata haqiqat adalah mataku dan aku meminum dari puncaknya.... "

Apakah ini harus kita benarkan ?

Allah swt berfirman:

" ولم يكن له شريك في الملك "

Artinya...
"Tidak ada sekutu dalam Kerajaan Allah Swt."

Menyekutukan Allah jelas adalah kemurtadan yang telah di sepakati....

Dalam kitab As-Syifa fi huquqil Mustafa karya imam Qoshi Iyadh, dan Risalah Ahlus-Sunah Wal-Jamaah karya syekh Hasyim Asy'ari menghukumi kufur secara sepakat bagi orang yg mengaku berbicara langsung dengan Allah ( وقال لي )

2. Al-Habib Ahmad bin Ali Al-habsyi.

Dalam manaqib beliau di ceritakan dalam redaksi yg berbunyi,

ومن كرمات الحبيب احمد بن علي الحبشي أن الحبيب المذكور إذا رأى امرأة في الطريق قبصها في ثديها، والحكمة في ذلك أنه يخرج شهوة الزنا منها

Artinya....
"Sebagian dari kemuliaan ( karromah ) habib Ahmad bin Ali Al-habsyi, bahwa beliau ketika melihat seorang perempuan di jalan - maka di hampirinya - lalu meremas remas payudaranya, dan hikmah dari perbuatan tersebut untuk mengeluarkan birahi zina dari si perempuan itu." ( Kanzus sya'adah ) hal: 237

Apakah ini juga harus di benarkan? Padahal ini sudah jelas perbuatan dosa yang di anggap kemulyaan  ( karromah)

Allah swt berfirman,
 
" إن الله لا يأمر بالفخشاء "

Artinya...
"Allah swt tidak memerintahkan keburukan"

Kalau seperti mempencet payu darah perawan di jalan di anggap ada hikmahnya ( perbuatan baik )  berarti sudah menghalalkan barang yg di haramkan, hukum nya jelas keluar dari Islam / murtad ....

3. Al-Habib Al-Imam Al-Haddad.

Yang di ceritakan oleh Al-Habib Muhammad bin Zain As-Sumaith. Dalam redaksi nya berbunyi,

قال رضي الله عنه: ما ننبط أصحاب رسول الله إلا على الصحبة، ولو أدركناه لكنا من أسبقهم.

Artinya....
"Beliau ( Al-Haddad ) Ra. Berkata: kami tidak pernah mengistimewakan Para sehabat Rasulullah Saw kecuali karena mereka menjadi sehabat nabi, jika kami hidup bersama mereka niscaya Kamilah yg terdepan ( yg termulya derajatnya )" ( Ghayatu Al-Qosdi wa Al-Murod. hal: 101)

Apakah ini juga harus di benarkan? Padahal ini adalah akhlak nya syaiton ( sombong )

Allah swt berfirman,

إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا 

Artinya...
"Disaat mereka berdua ( Rosulullah dan abu bakar ) di dalam gua, nabi bersabda pada nya ( abu bakar ) janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita ."

Dan firman Allah Swt,

وَسَيُجَنَّبُهَا الأَتْقَى. الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى. وَمَا لأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى. إِلا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الأَعْلَى. ولَسَوفَ يَرضَى 

Artinya...
"orang yang paling bertakwa ( Abu Bakar ) akan dijauhkan dari neraka, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk bersuci (menjaga dari sifat bakhil dan tamak), dan tidak ada seorang pun yang memberikan nikmat kepadanya yang harus dibalas. Semua itu semata-mata untuk mencari ridha Allah yang Maha Tinggi. Allah pasti akan meridhoi nya"

4. Al-Imam Al-Faqih Al-Muqodam Muhamad bin Ali

Di ceritakan berkata dalam Redaksi berikut,

وسمع أعربيا يقول: هل محمد ابن علي هو الله؟ فقال نعم: أنا الله 

Artinya...
"Muhamad bin Ali ( Al-Faqih Al-Muqodam ) mendengar bahwa Al-a'robi ( orang Badawi ) berkata apakah Dia ( Al-Faqih Al-Muqodam ) adalah Allah ? Maka dia faqih muqodam menjawab, iya saya adalah Allah" ( Al-Masyrour-Rowi. hal: 212 )

Apakah ini juga harus di benarkan? Padahal jelas sekali mengaku sebagai Allah itu lebih keji dari kekufuran yg lain.

Ulamak telah sepakat bahwa,

لفظ الصريح لا يحتمل التأويل 

Artinya...
"Lafazd yg jelas tidak bisa di takwil."

Allah Swt berfirman,

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ. قَالَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْٓ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِيْ بِحَقٍّ .

Artinya...
"Di saat Allah swt berfirman pada nabi Isa putra Maryam, apakah kamu dan ibumu berkata pada manusia bahwa kalau berdua adalah tuhan? Nabi Isa menjawab: maha suci engkau, tidak mungkin ( tidak pantas ) bagiku berkata sesuatu yg tak pernah aku berhak  ( tidak berdasar )"

Allah Swt menceritakan kekufuran dan kesombongan Fir'aun yg berkata,

أنا ربكم الأعلى 

Artinya...
"Sayalah tuhan kalian yg paling Mulya ...."

BAB II..... Kepalsuan nasab mereka...

Mereka para kaum habaib semua mengaku sebagai keturunan nabi Muhammad Saw dari jalur Sayyid Ahmad Al-Abah yang tak pernah bisa mereka buktikan kebenarannya.
Berawal dari data Syekh Ahmad Bin Abdul Karim Al-Hasawi dalam kitabnya ( Tastbitul Fuad. ha: 1560 ) bawa nasab para habaib ini berangkat dari pengakuan Syekh Ali Bin Abi Bakar As-Sakron yg telah mengatakan bahwa kakek muyang mereka yg sangat terkenal dengan sebutan Ubaid adalah putra Sayyid Ahmad Al-Abah ( Al-Burqotul Musyiqoh. hal: 150 ) 

Maka kami uraikan kepalsuan nasab mereka sebagai mana berikut ;

1- data dalam catatan kitab nasab mulai dari abad empat sampai abad sembilan tidak pernah menyebutkan bahwa Sayyid Ahmad Al-Abah bin Isa punya putra yang bernama Ubaid bahkan diabad enam di temukan data bahwa Sayyid Ahmad Al-Abah hanya punya putra tiga yaitu Sy. Muhammad, sy. Ali dan sy. Husain. Ini menurut pandangan kaedah ilmu nasab di anggap cacat hukum ( 'Illah Qozdihah ) dan terdapat kontradiksi dengan data yang lebih tua,

أن لاتكون الرقعة مخالفة للأصول ، و تكون الرقعة خالية من العلة القادحة 

( Muqaddimah Fi Ilmil Ansab. hal: 58 )

2- Data yg di jadikan rujukan dan pengambilan dari kakek mereka yg bernama ubaid katanya adalah Tariikhul Janadi ( As-Suluk Fi Thobaqitil Ulama' Wal-Muluk. Jld: 2 hal: 135 ) ternyata dokumen yg di jadikan rujukan tidak pernah di temukan nama Ubaid atau ada oranglain yg bernama dua Abdullah yang di sebut Ubaid, dan merubah gelar Al-Abah dengan Al-Muhajir. Nah hal Demikian itu kata ulamak dalam Kaedah Ilmi Nasab adalah bagian dari dokumen palsu ( الأدراج )

الأدراج هو أن تزاد نقطة أو تحذف أو يزاد اسم أو صفة أو كنية لاسم على الأصل 

( Muqodam Fi Ilmil Ansab. hal: 66 )

3- Dokumen internal mereka Ali Ba Alawi Seperti.. ( Al-Masyrour-Rowi  h: 134 - As-Samsyu Al-dzohiroh. hal 85 dll ) juga dokumen dari internal Banil Ahdal seperti ( Thobaqitil khowas. hal: 195 - Tuhfatuzzaman. hal: 143 ) mengatakan bahwa ubaid dan ayahnya Al-Muhajir hijrah dari Irak ke Yaman Hadramaut bersama sepupunya yg bernama Muhammad bin Sulaiman di abad enam, nah melalui dokumen ini maka sangat mustahil ubaid ini putra dari Sayyid Ahmad Al-Abah karena beliau sudah wafat di pertengahan abad ke empat, bahkan makam di husaisah yg di klaim mereka sebagai makam sy. Ahmad Al-Abah / Muhajir baru di bangan sekitar abad 10 awal, karena dalam dokumen mereka di abad sembilan tidak ada makam itu di husaisah ( Fathur Rohimur-rohman. hal: 14 ) 

4- suka dongeng dan khurofat, orang yg sudah terkenal dan sudah tercatat rapi tidak akan berbohong dalam menceritakan Biografi kakek mereka, walaupun di masanya dan enam abad setelah nya tidak ada yg mengenali mereka,  mulai dari Ubaid sampai Muhamad Bin Ali Al-Faqih Al-Muqodam, namun mereka ngotot menceritakan leluhur nya sebagai Imam Mujtahid, Muhaddist dan Sufi, dan di tambah-tambahi cerita halu yg bertentangan dengan prinsip agama. Nah maka hal ini kata Imam Azdahabi dan Atturbani bagian dari nasab yg di palsukan yang tidak boleh di Istbat 
( Siar A'lamin Nubalak. Jilid: 4 hal 3 )

BAB III....  Doktrin-doktrin kepalsuan...

Telah maklum di kalangan pablik dengan di temukan dokumen tentang penghianat mereka dalam awal perjuangan kemerdekaan, mereka bersekongkol dengan penjajah Belanda sebagai mata-mata, yang mengakibatkan gigir Cilegon 88, namun keturunan mereka merasa berjasa dan mengaku dengan Tampa malu bahwa kakek muyang mereka yg paling berjasa, bukan hanya itu, bahkan jasa lambung negara, merah putih dan yang lainnya mereka klaim sebagai jasa mereka, pendirian NU juga Meraka klaim, makam tokoh dan pahlawan di palsukan, bahkan jasa Walisongo dan keturunan nya dalam menyebarkan Islam di Nusantara mereka juga klaim, dengan mengakui Walisongo sebagai keturunan Ba-Alawi, dan walisongo tidak punya keturunan, sehingga pada puncaknya mereka mengklaim ( Indonesia bintu Tarim )
Indonesia / Pulau Jawa milik Tarim ...

Yang sangat mengherankan elit-elit di organisasi NU masih membela nya, sehingga orang yg mengkritik mereka di anggap perusak ukhuwah dan pemecah belah sesama Muslim, apakah mereka sudah lupa dengan jejak digital mereka ? Siapa yang merendahkan pribumi bahkan para pemimpinnya ? Siapa yang menganggap selain mereka hanyalah ahwal dan merekalah majikannya ? Siapakah yg mengangkat pedang dan memprovokasi ummat ? Siapa yg menganggap PKI orang yang tak sejalan dengan mereka ? Dan siapa yg membuat Jatma sebagai tandingan Jatman yg resmi ?

Cobalah sedikit berfikir dengan logika yg waras !

Apakah bangsa ini sudah jadi penakut saat ini ?!

Perlu di ingat mereka sudah masuk pada setiap organisasi dengan pola keras lembut dan sedang, mempengaruhi orang besar dan para orang kaya dan kiai yg berpengaruh besar, untuk menyelamatkan mereka saat ini, yang pada sebelumnya begitu coek dan arogan

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر ، لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد 

Salam waras, salam sejahtera, dan selamat hari raya Aidul Adhha 
Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏

Nahdlatul Ulama - PBNU

Oleh : PERJUANGAN WALI SONGO 
web.facebook.com/qsantri.eu.org?apps.apple

Posting Komentar

Beri masukan dan tanggapan Anda tentang artikel ini secara bijak.

Lebih baru Lebih lama
Sidebar ADS
Sidebar ADS
Sidebar ADS