Cara pembungkaman perlawanan terhadap para Nahdliyyin.
Padahal Nahdliyyin itu membuat organisasi PWI-LS untuk membela Marwah Walisongo dan keturunan nya di organisasi Nahdhatul Ulama.
Yang selama ini sudah kenyang di hina oleh para ba'alawi dan pendukung nya.
Sungguh lucu, saat keturunan Walisongo di hina-dina, di caci-maki, di katakan tidak ada dzuriyat Walisongo yang sah dan terputus.
Para petinggi PBNU diam. Tidak bersuara, seolah-olah mengaminkan.
Tapi di saat santri nya bergerak malah di hentikan, di anggap tidak mewakili suara keturunan Walisongo dan para kyai NU.
Ini bukan bentuk kerendahan diri, tapi merendahkan diri pada orang yang angkuh dan Sombong!
Yang dari dulu menginjak-injak para kyai NU dan organisasi NU.
Terus ngapain juga dulu para kyai NU yang berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang dalam berfatwa lawan penjajahan! Jika diam melihat Bangsa Indonesia ini di jadikan budak dan Jongos orang lain.
Yang ngakunya keturunan nabi, tapi tidak ada yang bisa membuktikan pengakuan nya. Dan pun akhlak nya jauh dari kata Ahlu bait!
Niscaya jika para kyai NU dulu melihat perilaku para Habib sekarang, pasti akan melakukan perlawanan dan tidak akan diam terhadap kemungkaran yang mereka perbuat.
Tidak seperti sekarang yang hanya diam seolah-olah malah tunduk dan rela menjadi budak dan di rendahkan oleh mereka.
Modal husnudzon saja sekarang tidaklah cukup, karena ilmu pengetahuan itu berkembang, dan tentunya akan mengikuti data dan fakta terbaru..
Jadi dulu ilmu nasab tidak terlalu di anggap penting, karena ke tawadhu'an.
Tapi Sekarang harus di selektif dan ketat, karena banyak nya orang tidak berilmu dan tidak berakhlak, mengaku sebagai orang mulya hanya karena Nasab nya tersambung pada nasab Mulya Rasullullah.
Dan itu harus di uji pengakuan nya, jangan jangan kita selama ini hormat pada keturunan Dajjal, bukan keturunan nabi..
Nahdlatul Ulama - PBNU
Oleh : PERJUANGAN WALI SONGO
web.facebook.com/qsantri.eu.org?apps.apple
